Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Piss Ktb. Apa boleh mengekahi orang yang sudah meninggal dan umurnya sudah dewasa, karena kebanyakan masyarakat di indonesia. Saya sudah beberapa ustad bertanya belum ada jawabannya, jadi mohon jawabannya. mohon kasih rujukan dari kitab apa diambilnya. Bila kita ilhaqkan (samakan) dengan kurban untuk orang yang telah meninggal maka terdapat pendapat yang memperbolehkan aqiqah pada anak dewasa yang telah meninggal karena aqiqah juga merupakan bagian daripada shadaqah dan shadaqah atas nama mayit adalah sah dan dapat memberi manfaat. ولا) تضحية (عن ميت لم يوص بها) لقوله تعالى “وان ليس للانسان الا ما سعي ” فان اوصى بها جاز الى ان قال وقيل تصح التضحية عن الميت وان لم يوص بها لانها ضرب من الصدقة وهى تصح عن الميت وتنفعه اهـ. Tidak sah berkorban atas nama mayit yang tidak mewasiatkannya, karena firman Allah swt (artinya) :”Dan sesungguhnya bagi manusia hanyalah apa yang ia usahakan”.

Jadi jika ia mewasiatkannya maka boleh sampai ungkapan Dikatakan : sah berkorban atas nama mayit walaupun dia tidak mewasiatkannya, karena berkurban merupakan bagian daripada shadaqah dan shadaqah atas nama mayit adalah sah dan dapat memberi manfaat.

2653. MIMPI BICARA DENGAN ORANG MENINGGAL

Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Piss Ktb. 2653. MIMPI BICARA DENGAN ORANG MENINGGAL

Dalam penjelasannya, ayat ini berkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullah shallahu’alaihi wasallam memanggil tiga orang pemimpin kafir Quraisy dalam perang Badar yang telah mati beberapa hari. Saat itu Rasulullah shallahu’alaihi wasallam ditanya oleh Umar bin Khattab radliyallahu’anh:.

Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam al-Qur’an: sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar?. Menurut hadits ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim) dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam pernah berbicara kepada orang-orang kafir yang tewas dalam perang Badar saat mereka dibuang di sumur Qulaib kemudian Rasulullah shallahu’alaihi wasallam berdiri dan memanggil nama-nama mereka:.

Salah satunya adalah apa yang telah disampaikan oleh Shalih bin Basyir, beliau berkata; Aku melihat Atha’ as-Sulami di dalam mimpi setelah kematiannya. “Beserta orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, dari para Nabi, Shidiqin, Syuhada, juga orang-orang shaleh”, kata Atha’ bin Basyir. “Aku bertemu dengan Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam juga kelompoknya”, kata Sufyan ats-Tsauri.

1726. HUKUM MENGAQIQAHI ORANG TUA YANG SUDAH

Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Piss Ktb. 1726. HUKUM MENGAQIQAHI ORANG TUA YANG SUDAH

Mengaqiqohi orang tua yang masih hidup hukumnya boleh bila ada izin darinya, sedangkan mengaqiqohi orang tua yang sudah meninggal dunia hukumnya juga diperbolehkan bila ada wasiat sebagaimana diperbolehkannya melakukan qurban atas nama mayit (menurut sebagian pendapat). Menurut syafi'iyah jika orang tua mengakhirkan aqiqoh anaknya sehingga anaknya menginjak usia baligh / dewasa maka gugurlah kesunahan / keabsahan aqiqah, tetapi tidak gugur keabsahan aqiqah anak tersebut untuk mengaqiqahi dirinya sendiri, imam qofal dan imam asy syasyi menyarankan agar mereka beraqiqah untuk dirinya sendiri berdasarkan hadis nabi : Bahwasanya nabi SAW beraqiqah untuk diriya sendiri setelah menjadi nabi.

ويشترط في المطالب بالعقيقة عندهم : أن يكون موسرا بأن يقدر عليها فاضلة عن مؤنته ومؤنة من تلزمه نفقته قبل مضي أكثر مدة النفاس وهي ستون يوما فإن قدر عليها بعد ذلك لم تسن له . وصرح الحنابلة أنه لا يعق غير أب إلا إن تعذر بموت أو امتناع , فإن فعلها غير الأب لم تكره ولكنها لا تكون عقيقة , وإنما { عق النبي صلى الله عليه وسلم عن الحسن والحسين } ; لأنه أولى بالمؤمنين من أنفسهم .

(ولا تضحية لاحد عن آخر بغير إذنه ولو) كان (ميتا) كسائر العبادات بخلاف ما إذا أذن له كالزكاة.وصورته في الميت أن يوصي بها، واستثنى من اعتبار الاذن ذبح أجنبي معينة بالنذر بغير إذن الناذر، فيصح على المشهور ويفرق صاحبها لحمها، لان ذبحها لا يفتقر إلى نية كما مر.

MENYEMBELIH QURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH

Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Piss Ktb. MENYEMBELIH QURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH

a yaitu sejak tanggal 10 Dzul Hijjah setelah kaum muslimin selesai melaksanakan shalat id sampai dengan akhir hari tasyriq/. Di sebagian daerah kita, sewaktu ada warga muslim yang meninggal dunia dan ahli warisnya mampu, biasanya mereka menyembelih ternak dengan niat shadaqah anil mayit. Sementara itu Imam Rafi’i berpendapat boleh dan sah berqurban untuk mayit walaupun dia tidak berwasiat, karena ibadah qurban adalah salah satu jenis shadaqah”.2. Mengqadla Qurban.hari-hari tasyriq.Sebagaimana disebut di awal bahwa qurban ‘anil mayit walaupun tanpa adanya wasiat adalah sah menurut pendapat Imam Rafi’i, akan tetapi jangan terus langsung difahami bahwa hal tersebut boleh dilakukan setiap saat, walaupun dengan niat mengqadla, karena qurban itu salah satu ibadah yang dikaitkan dengan waktu, yakni Idul Adlha dan hari-hari tasyriq. 80 juga disebutkan :(فَمَنْ ذَبَحَ ضَحِيَّتَهُ قَبْلَ دُخُوْلِ وَقْتِهَا) بِأَنْ لَمْ يَمْضِ مِنَ الطَّلُوْعِ أَقَلُّ مَا يُجْزِئُ مِنَ الصَّلاَةِ وَالْخُطْبَةِ (لَمْ تَقَعْ ضَحِيَّةً، وَكَذَا مَنْ ذَبَحَهَا بَعْدَ خُرُوْجِ وَقْتِهَا إِلاَّ إِذَا نَذَرَ ضَحِيَّةً مُعَيَّنَةً)Artinya :“Barang siapa menyembelih ternak qurban, sebelum tiba waktunya yakni saat matahari sudah terbit dan setelah pelaksanaan shalat id (dua rakaat) beserta khotbahnya, maka tidak sah qurbannya. Daging Qurban Digunakan untuk Walimahan.Sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan umat muslim, bahwa pada hari raya Idul Adlha mereka menyembelih ternak qurban dan di antara mereka banyak pula -pada hari-hari itu- yang mempunyai hajat (menantu, khitan, memperingati seribu hari wafatnya mayit dll).

Maka sebagian dari mereka pada waktu menyembelih ternaknya ada yang berniat qurban, namun dalam praktiknya daging ternak tersebut tidak dibagi-bagikan kepada mustahiq tetapi digunakan untuk menjamu para tamu yang mendatangi hajatan mereka pada waktu itu, atau digunakan untuk walimahan., yaitu :a. Qurbannya itu qurban sunnat. 243 :، أَنَّهَا بَعْدَ السَّابِعِ تَكُوْنُ قَضَاءً، وَالْمُخْتَارُ أَنْ لاَ يَتَجَاوَزَ بِهَا النِّفَاسُ فَإِنْ تَجَاوَزَتْهُ فَيُخْتَارُ أَنْ لاَ يَتَجَاوَزَ بِهَا الرَّضَاعُ، فَإِنْ تَجَاوَزَ فَيُخْتَارُ أَنْ لاَ يَتَجَاوَزَ بِهَا سَبْعُ سِنِيْنَ فَإِنْ تَجَاوَزَهَا فَيُخْتَارُ أَنْ لاَ يَتَجَاوَزَ بِهَا الْبُلُوْغُ، فَإِنْ تَجَاوَزَهُ سَقَطَتْ عَنْ غَيْرِهِ وَهُوَ الْمُخَيَّرُ فِي الْعَقِّ عَنْ نَفْسِهِ فِي الْكِبَرِ، وَاحْتَجَّ لَهُ الرَّافِعِي بِأَنَّهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَقَّ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ النُّبُوَّةِ، وَاحْتَجَّ غَيْرُهُ بِهِ.Artinya :“Imam Rafi’i dan ulama lain berpendapat bahwa menyembelih aqiqah yang dilaksanakan setelah hari ketujuh dari kelahiran bayi itu bukan qadla’.

0129. Bolehkah Aqiqoh Untuk Bayi Yang Lahir Meninggal

Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Piss Ktb. 0129. Bolehkah Aqiqoh Untuk Bayi Yang Lahir Meninggal

Assalamua'laikum, boleh tidak ya aqiqahkan anak yang sudah meninggal dunia dalam perut? Janin sudah hidup dalam perut saat 6 7 8 9 bulan. Tapi ada masalah tidak sempat lahir dengan selamat, karena mati dalam perut duluan.

Disunnahkan aqiqah apabila bayi tersebut sudah ada ruhnya. Namun bila belum ada ruhnya, maka tidak disunahkan. & الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 4 صحـ : 257 مكتبة العربية. Terjamah bebasnya : anak yang keguguran jika sudah ditiupkan roh, masih disunnahkan di aqiqahi, jika belum ditiupkan roh, maka tidak di aqiqahi, karena dianggap benda mati, nanti di akhirat benda mati tidak dibangkitkan lagi dan tidak diambil manfaat dengannya di akhirat.karenanya tidak disunnahkan aqiqah, beda dengan yang sudah ditiupi roh, dia hidup dan akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti serta bisa memberi syafaat, jamaah dari salaf ada yang mengatakan, orang yang tidak mengaqiqahi anaknya nanti dia tidak mendapatkan syafaat dari anaknya..dst. قوله ( وإن مات ) قال في العباب ويعق عمن مات بعد السابع وأمكن الذبح لا قبل السابع أو التمكن من الذبح قال الشارح في شرحه على ما اقتضاه كلام الروضة وأصلها واعتمده في الكفاية لكن المجزوم به في المجموع أنه يعق عنه وإن مات قبل السابع وقول الأذرعييبعد ندبها عمن مات عقب الولادة أو قبل السبع ولعل ما في المجموع سبق قلم من بعد إلى قبل اه ليس في محله إذ سبق القلم لا يقدم عليه بالترجي وإنما غاية الأمر أن في المسألة خلافا فأجري في الروضة على وجه منه وجرى عليه في المجموع هنا لكنه في آخر الباب جرى على مقابلة فقال لو مات المولود قبل السابع استحبت العقيقة عندنا خلافا للحسن ومالك فقوله عندنا في مقابلة هذين الإمامين صريح في أن هذا هو المذهب انتهى اه سم عبارة المغني والأسنى والنهاية ويسن أن يعق عمن مات قبل السابع وبعد التمكن من الذبح. [ Mbah Jenggot, Taman Pecinta ,Sunde Pati ].

Related Posts

Leave a reply